Minggu, 09 April 2017

Testimoni Psikologi Pendidikan

     Semester kedua ini adalah pertama kali bertemu mata kuliah Pendidikan, sejauh ini apa yang kami pelajari sebenarnya sudah lama ada di sekitar kita bahkan sering kita peraktekkan secara langsung. Namun, disini kita melihat semuanya dari sisi yang berbeda, sisi yang sesungguhnya dari hal hal yang biasa kita laksanakan tanpa tau sebenarnya apa sih yang kita lakukan. Contohnya seperti ‘Belajar’ dan ‘Motivasi’. Keduanya adalah hal hal yang sangat familiar untuk semua orang, namun disinilah kita baru mengerti apa sebenarnya pengertian Belajar, apa sebenarnya yang di maksud dengan Motivasi. Selain belajar di kelas, tugas Observasi juga menjadi tantangan baru untuk kami yang belum setahun menjajaki bangku perkuliahan. Berinteraksi langsung dengan objek observasi kami di luar kampus, khususnya untuk kami adalah anak anak TK. Mendalami dan mempelajari bagaimana anak anak TK itu melalui hari sekolahnya adalah hal yang memberikan banyak pengetahuan, sekalipun dulunya kami juga pernah melalui masa itu, namun melihat kembali proses belajar mengajar di TK dengan usia yang sudah beranjak dewasa adalah suatu hal yang istimewa. 

Belajar

Definisi belajar :
Belajar merupakan perubahan perilaku yang relative permanen yang di bentuk melalui pengalaman. Namun tidak semua perubahan perilaku adalah hasil dari belajar. Perubahan perilaku yang di dasari oleh obat, kelelahan, dan maturasi bukanlah hasil dari belajar.
1.       
Kondisioning Klasikal : Belajar Asosiasi
Tokoh dari klasikan kondisioning adalah Ivan Pavlov, dengan elemn kunci tentang asosiasi 2 stimulus. 2 hal penting berkaitan dnegan pembentukan asosiasi ini adalah frekuesi dan timing.
Pembelajaran ini adalah dimana suatu stimulus netral atau CS di pasangkan dengan UCS atau stimulus yang di kondisikan untuk menghasilkan respon netral yang identik dengan respon yang tidak di kondisikan.
Terminologi Kondisioning Klasikal :
UCS atau Unconditioned Stimulus : adalah stimulus alamiah yang mendatangkan respon tanpa pengkondisian/belajar
CS atau Conditioned Stimulus : adalah stimulus yang di buat setelah di pasangkan dengan UCS
UCR atau Unconditined Respon : adalah respon yang secara normal di hasilkan setelah mendapatkan UCS
CR atau Conditioned Response : adalah respon yang di hasilkan stimulus dan identik dengan UCR
Pembelajaran Klasikal kondisioning ini dapat menciptakan sebuah perilaku baru dengan menepatkan timing dan frekuensi. Pembelajaran ini juga berperan dalam memahami issue phobia atau rasa takut. Dan pembelajaran ini atau perubahan perilaku hasil kondisioning klasikal dapat di hilangkan dengan teknik counterconditioning.
2.     
  Kondisioning Operan : Belajar konsekuensi
Kondisioning operan adalah pembejaran dimana konsekuensi dari perilaku mengarahkan pada perubahan probabilitas terjadinya prilaku. Terdapat tiga macam konsekuensi yang mempengaruhi perilaku.
a.       Penguatan positif
Dimana konsekuensi yang mengarah pada penikatan terjadinya perilaku. Dengan dua hal yang penting, yaitu timing, dan konsistensi pemberian penguatan
b.      Penguatan Negatif
Dimana penguatan menghindakan suatu kejadian negatif sebagai konsekuensi dari perilaku.
c.     
  Hukuman
Hukuman merupakan hasil atau resiko negatif dari perilaku yang mengarah pada kemungkinan terjadinya perilaku lagi.
Adapun petunjuk penggunaan Hukuman :
a.       Jangan menggunakan hukuman fisik
b.      Jangan menghukum tanpa memberikan penguatan positif
c.       Jangan mencampur adukkan hukuman dan hadian untuk perilaku yang sama
d.      Konsisten dalam menjalankan hukuman

Dari sudut pandang Kognitif
                Belajar adalah suatu proses mentak yang aktif untuk memperoleh, mengingat, dan menggunakan pengetahuan dari informasi yang di terima. Adapun elemen elemen paling penting dalam proses belajar adalah pengetahuan.
Perbandingan Pendekatan Kognitif dan perilaku dalam belajar adalah ;
1.       Dari sudut pandang kognitif, hal yang di pelajari adalah pengetahuan, perubahan pada pengetahuan yang dapat mengubah perilaku. Menurut Perilaku, Perilaku lah yang harus di pelajari dan menjadi fokus utama.
2.       Baiik sudut pandang kognitif maupun perilaku dalam belajar, keduanya meyakini bahwa penguatan merupakan hal terpenting dalam belajar. Menurut pendekatan perilaku, oenguat menguatkan respon, menurut pendekatan kognitif, penguat merupakan sumber pengetahuan yang menyediakan umpan balik mengenai hal yang mungkin terjadi bila perilaku di ulang atau di ubah.
3.       Dalam pendekatan perilaku, indiviu bersifat pasif. Indifidu di pengaruhi oleh lingkungan. Sedangkan dalam pendekatan kognitif, indifidu aktif memilih, mempraktekkan, memberi perhatian, mengabaikan merefleksika, dan mengambil keputusan lainnya.


Pengetahuan tentang belajar dalam psikologi pendidikan bukan hanya tentang bertambahnya informasi dan pengetahuan seperti yang sebelumnya kita fikirkan. Artinya, belajar, bukan hanya sekedar masa dimana seseorang pergi bersekolah dan melakukan proses belajar mengajar. Dari sinilah, kita mengetahui bahwa setiap perubahan perilaku yang di dapat dari pengalaman dan menghasilkan perubahan perilaku yang terarah, merupakan sebuah proses belajar.

Inteligensi

Menurut David Wechsler, Inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarh, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara gari besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional.
Namun, terdapat perbedaan pengertian inteligensi dari orang Awam atau masyarakat awam dengan para ahli ;
Iinteligensi adalah :
 1. Kemampuan praktis untuk pemecahan masalah & Kemampuan pemecahan masalah
Awam   : - Nalar yang baik
 - Melihat hubungan diantara berbagai hal
                 - Melihat aspek permasalahan secara menyeluruh
                 - Pikiran terbuka
Ahli        :- Mampu menunjukkan pengetahuan mengenai masalah yag dihadapi
                 - Mengambil keputusan tepat
                - Menyelesaikan masalah secara optimal
                 - Menunjukkan pikiran jernih
2. Kemampuan Verbal & Inteligensi Verbal
Awam   :- Berbicara dengan artikulasi yang baik dan fasih
                 - Berbicara lancar
                 - Punya pengetahuan di bidang tertentu
Ahli        :- Kosakata baik
                 - Membaca dengan penuh pemahaman
                 - Ingin tahu secara intelektual
                 - Menunjukkan keingintahuan
3. Kompetensi Sosial & Inteligensi Praktis
 Awam  :- Menerima orang lain
                 - Mengakui kesalahan
                - Tertarik pada masalah sosial
                 - Tepat waktu bila berjanji
Ahli        :-Tahu situasi
                 -Tahu Cara mencapai tujuan
                 -Sadar terhadap dunia sekeliling
                 -menunjukkan minat terhadap dunia luar

                Namun pada dasarnya, inteligensi sesungguhnya adalah istilah yang di gunakan untuk mendefinisikan kecerdasan, kepintaran, ataupun kemampuan untuk memecahkan masalah yang di hadapi oleh seseorang.
Berikut adalah ciri ciri perilaku inteligen menurut masyarakat awam  untuk inteligen tinggi dan rendah :
1 inteligen tinggi : memiliki kemampuan untuk memahami dan menyelesaikan masalah mental degan cepat, memiliki kemampuan mengingat yang baik, dan kreativitas tinggi serta imajinasi yang berkembang
2. intelige rendah : memiliki perilaku yag lamban, tidak dapat cepat mengerti suatu keadaan, dan kurang mampu menyelesaikan masalah mental yang sederhana.
Berikut adalah faktor faktor yang mempengaruhi inteligensi :
1.       Uni Factor Theory (Teori Kapasitas Umum) – William Stern
Inteligensi merupakan kemampuan umum, cara kerjanya juga bersifat umum. Kasitas umum tersebut muncul akibat pertumbuhas fisiologis dan akibat belajar
2.       Two Factors Theory (Spearman)
- Faktor Umum (G Faktor)
                Faktor yang menentukan apakah seseorang itu cara umum bodoh atau pandai
- Faktor khusus (S Faktor)
Faktor yang menentukan kepandaian seseorang dalam bidang tertentu, seperti fisika ataupun bahasa
3.       Multi Factors Theory –E.L Thorndike
Inteligensi terdiri dari bentuk hubungan neural antara stimulus dan respon. Hubungan inilah yang mengarahkan tingkah laku individu
4.       Primary Mental Abilities – Thurstone
Bahwa faktor umum tidak ada, yang ada hanya sekelompok faktor yang di sebut Primary mental abilities. Di antaranya :
-Pengertian verbal
-kemampuan angka
-penglihatan keruangan
-kemampuan penginderaan-
-ingatan
-penalaran
-kelancaran kata

Untuk Tes Inteligensi secara individu, terdapat dua jenis tes
1.       Tes Binet
Di buat berdasarkan konsep inteligensi Stern yang telah ada, Binet mengembangkan suatu konsep yang di namakan konsep Mental Age atau MA. Yaitu usia mental, suatu level perkembangan mental individu yang berkaitan dengan perkembangan lain. Tes binet ini mengalami revisi berkali kali, dan Tes ini di peruntukan untuk anak usia dua tahun hingga dewasa.
2.       Skala Wecsler
Di ciptakan oleh David Wechsler, di perkenalkan dengan IQ Performance, skalanya terdiri dari tiga macam, yaitu ; WPPSI-R untuk usia 1-6.5 tahun. WISC-R usia 6-16 tahun. WAIS-R usia dewasa.
Untuk tes inteligensi kelompok terdiri dari tiga jenis tes
1.       Lorge Thorndike Inteligence Tests
2.       Kuhlman Anderson Intelligence tests
3.       Otis Lennon School mental Abilities

Namun, dalam kedua tes ini, Tes kelompok dianggap lebih nyaman bagi anak, ekonomis, namun tidak dapat di susun laporan individualnya. Sedangkan tes individual kurang ekonomis, namun pemahaman murid lebih baik dan dapat mengukur tingkat kecemasan murid.

Motivasi

Motivasi adalah kata yang sangat sering kita dengar, bahkan mungkin semua orang pernah berurusan langsung dengan yang namanya Motivasi. Baik sebagai seseorang yang memotivasi, atau seseorang yang termotivasi.

Di psikologi sendiri, kita pasti tau bahwa menjadi seorang motivastor juga salah satu pilihan masa depan untuk seorang Psikolog. Namun, sebelum sampai kesana, mari kita membahas apa itu sebenarnya MOTIVASI.

                Motivasi adalah usaha yang didasari untuk mengerahkan dan menjaga tingkah seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Artinya motivasi adalah hal yang mendorong seorang manusia untuk mengerjakan, mendapatkan, dan menguasahakan sesuatu baik itu untuk dirinya sendiri, orang lain atau bahkan untuk orang banyak.

Ada Empat sudut pandang mengenai motivasi ;
1.       Behavioral
- Sudut pandang ini menekankan pada imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci menentukan motivasi. Seperti ketika seseorang yang akan bertemu pasangannya, dimana pasangannya sangat sensitiv pada bau badan. Sehingga orang tersebut akan mandi dan menggunakan wawangian agar pasangannya senang terhadap dirinya dan memujinya dan tentu saja tidak marah karena dia bau badan.
- Motivasi sebagai konsekuensi dari insentif eksternal
                Dimana insentif adalah peristiwa atau stimuli yang dapat berupa positif ataupun negatif untuk memotivasi perilaku seorang murid.
Insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pembelajaran dan mengarahkan perhatian untuk perilaku yang tepat dan dapat menjauhkan perilaku yang tidak tepat.
Bentuk dari insentif ini berupa nilai yang baik, tanda bintang atau sesuatu sebagai tanda penghargaan, pujian, dan bentuk penghargaan lainnya.
2.     
         Humanistik
- Sudut pandang ini menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib sendiri.
- sudut pandang ini berkaitan dengan pandangan Abraham Maslow
- Dengan Hirarki kebutuhan berupa  kebutuhan fisik, keamanan, cinta dan rasa memiliki, harga diri, dan aktualisasi diri.

3.       Kognitif
- Sudut pandang ini menekankan pemikiran murid yang akan memandu motivasi mereka, dan juga arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan. Dimana artinya motivasi itu datang dari dalam diri sendiri tanpa harus di karenakan adanya faktor eksternal
- Sudut pandang ini bertentangan dengan behavioral yang berpendapat bahwa tekanan eksternal harus di tekankan. Karena dari sudut pandang ini, pemikiran atau faktor internal adalah yang harus lebih di tekankan.
- Dimana Murid merain prestasi tinggi bukan karena kebutuhan biologis tapi karena punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif

4.       Sosial
-Sudut pandang ini adalah motivasi yang mengarah dengan hubungan seseorang dengan orang lain secara aman, membutuhkan pembentukan, pemeliharaan, dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan arab.
- Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, keterikatan dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru
- Murid yang punya hubungan yang penuh perhatian dan supportif biasanya memiliki sikap akademik yang positif dan lebih senang bersekolah
- salah satu faktor terpenting dalam motivasi dan prestasi murid adalah persepsi mereka mengenai apakah hubungan mereka dengan guru bersifat positif atau tidak.

                Sejauh ini dapat disimpulkan, Motivasi sesungguhnya adalah alasan dan dorongan yang membuat seseorang yang termotivasi tersebut dapat berusaha sebaik mungkin dalam mencapai suatu tujuan. Dalam proses belajar mengajar, motivasi sangat berperan besar. baik motivasi untuk guru agar dapat mengajar dengan baik dan dapat memotivasi murid muridnya. Begitu juga dengan motivasi para murid agar dapat belajar dengan baik dan dapat termotivasi oleh gurunya.

Sumber Pustaka :
Santrock, J W.
Psikologi Pendirikan Jilid 2. 2007

Jakarta : Fajar Interpratama Mandiri

Selasa, 21 Maret 2017

Psikologi pendidikan - Perkembangan anak dan remaja kelompol 8

Psikologi Pendidikan - Perkembangan Anak dan Remaja

PERKEMBANGAN ANAK DAN REMAJA

1.   Masa kanak-kanak awal / masa pra sekolahadalah periode dari akhir masa bayi sampai umur 6 tahun.

·         Masa negativis, yaitu masa dimana anak-anak suka membangkang karena mereka merasa sudah pintar dan sudah bisa melakukan segala hal dengan sendiri. Masa ini mulai berkurang saat memasuki usia 6 tahun

·         Masa bermain, yaitu dimana anak-anak lebih aktif dalam hal bermain. Macam-macam pada masa bermain ini yaitu:

a.       Unoccupied behavior

b.      Onlooker behavior

c.       Solitary dependent play

d.      Parallel play

e.      Associative play

f.        Cooperative play

·         Masa eksplorasi, yaitu dimana anak-anak mulai menyelidiki tentang lingkungannya. Pada tahap ini rasa ingin tahu anak-anak meningkat.

·         Masa meniru, yaitu dimana anak-anak akan lebih sering meniru apa yang terjadi di lingkungan yang dia tempati. Mereka akan meniru tanpa tahu apa arti yang mereka tiru itu, dan mereka tidak tahu apakah itu baik atau buruk untuk di tiru.

Tahap perkembangan kanak-kanak awal

·         Tahap perkembangan kognitif, tahap ini dikemukakan oleh Piaget (pra-operasional). Tahap ini anak mulai merepresentasikan dunia dengan kata dan gambar. Kata dan gambar ini merefleksikan peningkatan pemikiran simbolis dan melampaui koneksi informasi indrawi dan tindakan fisik.

Tahap ini memiliki ciri-ciri, yaitu:

a.       Belajar menggunakan bahasa

b.      Cara berpikir bersifat egosentris

Pemikiran pra-operasional bisa dibagi lagi menjadi 2 sub tahap : funsi simbolis dan pemikiran intuitif.

·         Tingkat perkembangan moral, dikemukakan oleh Kohlberg (prakonvensional). Pada tingkat ini terdapat dua tahap, yaitu:

a.       Tahap 1 : orientasi hukuman

b.      Tahap 2 : orientasi ganjaran

Pendidikan pra-sekolah

Pada tahap ini pendidikan anak-anak sedang berada di tingkat TK (taman kanak-kanak). Pada saat berada di TK ini lah kepribadian anak di bentuk. Pengajaran di TK guru perlu memerhatikan tujuan program belajar dan ruang lingkup kegiatan belajar anak. Tujuan program kegiatan belajar TK adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan keterampilan, dan daya cipta anak didik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Sedangkan ruang lingkup program kegiatan belajar TK meliputi pembentukan perilaku melalui pembiasaan dan pengembangan moral pancasila, agama, disiplin, perasaa/emosi, dan kemampuan bermasyarakat, serta pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan yang dipersiapkan oleh guru meliputi kemampuan pengembangan kemampuan berbahasa, daya pikir, daya cipta, keterampilan dan jasmani. Untuk mencapai tujuan itu, perlu digunakan metode pengajaran yang sesuai bagi pendidikan anak TK.

2.    Masa kanak-kanak akhir (midle dan late childhood), masa ini dimulai sejak umur 6 tahun sampai matang secara seksual (setara dengan usia tingkat SD). Pada 1-2 tahun terakhir adalah masa pubertas mereka. Anak-anak mulai menguasai keahlian membaca, menulis, dan menghitung. Prestasi menjadi tema utama dari kehidupan anak dan mereka semakin mampu mengendalikan diri. Dalam periode ini, mereka berinteraksi dengan dunia sosial yang lebih luas di luar keluarganya dan pengaruh teman sebaya mulai dominan.

Tahap perkembangan kanak-kanak akhir:

·         Tahap kognitif : operasional konkret, pemikiran operasional konkret mencakup penggunaan operasi. Ciri-ciri nya:

a.       Mampu berpikir logis tentang objek dan kejadian

b.      Menguasai konvensi jumlah dan berat

c.       Mampu mengklasifikasikan objek

·         Tingkat perkembangan moral : konvensional

a.       Tahap 3 : orientasi “good boy/ girl”

b.      Tahap 4 : orientasi otoritas

·         Pada teori Erikson kanak-kanak berada pada tahap industry vs inferiority. Inisiatif anak membuat mereka berhubungan dengan banyak pengalaman baru. Saat masuk SD, mereka menggunakan energinya untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan intelektual. Masa ini adalah masa dimana anak paling bersemangat untuk belajar, saat imajinasi mereka bekembang. Bahaya di masa sekolah dasar ini adalah munculnya perasaan rendah diri (inferioritas), ketidakproduktivan, dan inkompetensi.

Pendidikan tingkat SD

Pada masa ini anak-anak telah memasuki pendidikan tingkat SD hingga memasuki tingkat SMP. Pada tingkat ini anak diberikan sejumlah materi atau mata pelajaran yang harus dikuasai. Pada tingkat ini, anak (siswa) merupakan anak didik yang perlu untuk diarahkan, dikembangkan dan dijembatani ke arah perkembangannya yang bersifat kompleks. Maka dari itu pendidikan di SD pada hakekatnya merupakan pendidikan yang lebih mengarahkan dan lebih banyak memotivasi siswa untuk belajar. Hal tersebut karena siswa sekolah dasar merupakan anak yang unik dan perlu perhatian. Latar belakang keunikan mereka terlihat pada perubahan berbagai aspek baik sikap, gerak, dan intelegensinya sehingga mempengaruhi perkembangannya.

Ada dua aspek kebutuhan siswa SD, yaitu kebutuhan eksternal dan internal. Kebutuhan eksternal telah mengarah kepada kebutuhan peralatan alat-alat sekolah. Sedangkan kebutuhan internal lebih mengacu kepada semangat yang timbul pada diri masing-masing siswa untuk lebih terpacu dan termotivasi.

3.    Masa remaja (adolescense). Masa ini berlangsung mulai usia 11/12 -18/24 tahun.

Beberapa perkembangan yang akan terjadi pada masa ini, yaitu:

·         Perkembangan fisik : tubuh mereka akan mengarah ke bentuk badan orang dewasa

·         Perkembangan seksual : mulai aktifnya hormon seksual, yaitu menarche dan polutio

·         Perkembangan heteroseksual : pada masa remaja, mereka mulai tertari pada lawan jenis

·         Perkembangan emosional : emosi tidak stabil, berubah-ubah dan cenderung meledak-ledak

·         Perkembangan kognitif : operasional. Ciri-cirinya:

a.       Mampu berpikir logis mengenai sesuatu yang abstrak

b.      Menaruh perhatian tentang masa depan, konsep ideologis, dan membuat hipotesis

c.       Pola pikir cenderung egosentris

·         Perkembangan identitas diri (identity vs role confusion). Pada tahap ini remaja berusaha untuk mencari tahu jati dirinya, apa makna dirinya, dan kemana mereka akan menuju. Mereka beehadapan dengan banyak peran baru dan status dewasa (seperti pekerjaan dan pacaran).

·         Perkembangan moral, pada masa remaja kebanyakan yang timbul adalah tingkat konvesional namun sebagian sudah past konvensional.

a.       Tahap 5 : orientasi kontak sosial

b.      Tahap 6 : orientasi asas etis

Pendidikan tingkat SMP

        Pada masa ini anak-anak telah memasuki masa remaja dan berada di tingkat pendidikan SMP. Pada tingkat SMP ini juga pengetahuan mereka akan lebih dikembangkan lagi. Siswa di berikan materi untuk memperdalah ilmu pengetahuan, selain itu juga mereka di didik untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab.

        Tujuan pendidikan tingkat SMP, yaitu (1) meningkatkan kompetensi dasar siswa di bidang akademis, sesuai dengan tuntutan kurikulum. (2) mengembangkan potensi intelektual, moral, dan spiritual siswa. (3) menumbuhkembangkan potensi sosial dan kebangsaan siswa. (4) mempersiapkan siswa secara mantap untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Kamis, 08 Desember 2016

Warna mereka..

Hallo dan salam bahagia semuanya....

Akhir tahun 2016 ini, aku, dan teman teman ku sedang di sibukkan dengan blog blog yang sedang menjadi topik pembelajaran kami di kampus~ so saat ini aku bakalan cerita tentang blog blog teman temanku

sama seperti warna post ku yang terakhir, Pink, Blog teman ku yang satu ini juga bisa di bilang serba Pink. Blog Annisyah maulidinna alias dina. walaupun kata orangnya itu bukan pink tapi pastel tapi bagi ku itu pink^^

untuk ke pribadian seorang dina yang kayanya cuek bebek bahkan terkesan tomboy...agak agak kaget si liat blognya yang terlalu manis untuk seorang dina :D dengan backsong dari anime kaoprit saya juga SAO, ngeliat blog dia serasa kaya liat cupcake tapi aku sukaaaa ><

berikutnya Blog salah satu anak KOPDA Fadhil al-rasyid alias fadhil~
warna blognya sama kaya orangnya coklat coklat gelap gitu^^ tapi ada anak bayi yang lagi ketawa di sudut sudut blognya, lengkap dengan backsong yang sama sekali ga ku kenal...isi blognya ga jauh jauh dari kecintaan dia, yaitu tentang onepiece dan kopda, kemudian keluarga keduanya Ohana^_^

Blog selanjutnya ada Persona~ Blog dari Yesaya damaisan yang serba hitam dan merah, blognya simple tapi isinya warbiasah^^ salah satupostnya yang udah aku baca adalah tentang angkot di medan, gokil tu post^^

sebagai pemula dari blog, blog aku bukan apa apa dari blog mereka, tapi lihat blog mereka yang keren keren aku juga bakalan belajar terus untuk memperindah blog aku lagi.
sekian dulu untuk cerita kali ini, see ya in the next post^O^


Rabu, 07 Desember 2016

Woman - Pink


Merah Muda

Ciri Utama : Ceria, pendiam di antara orang baru, namun sangat heboh di lingkungannya sendiri, peduli pada lingkungannya, dan sangat polos seperti anak kecil, mudah bahagia karena hal hal kecil.

Selalu berfikiran positif, terkadang konyol dan lucu, namun bisa sangat serius dan menjadi pendiam.
Karakter yang sulit marah dan sulit membenci orang lain. bukan berarti tak bisa membenci, jika dia tak menyukai sesuatu dia akan memilih pergi atau diam. 
Tidak suka memaksakan kehendaknya bahkan lebih mudah mengalah dan mengikuti permintaan orang lain.
Jika bertemu orang baru lebih pendiam dari seharusnya, namun jika sudah bersama teman temannya bisa menjadi sosok yang sangat lucu dan konyol secara alami.
Hampir selalu berkata jujur dan taat peraturan
Tidak suka melakukan hal buruk atau melanggar kebiasaan normal
Jenis manusia yang ingin hidup aman dan bahagia hanya dengan sesuatu yang sederhana
Bisa di percaya tapi juga mudah di perdaya. 
Type teman yang setia dan perhatian
Type pasangan yang sangan pengertian, mudah tersentuh hatinya, dan tak mudah marah.

Pasangan yang sangat cocok : Biru Tua, Biru Muda, Pink
Pasangan yang agak cocok : Hijau