Sabtu, 16 Juni 2018

Untuk Calon Mahasiswa


Calon Mahasiswa,

Mahasiswa, artinya seseorang yang aktif belajar dan terdaftar di sebuah perguruan tinggi.
hampir semua orang mau atau juga terpaksa melalui masa masa menjadi seorang Mahasiswa,
entah itu sebagai keinginan pribadi, atau keharusan dan kewajiban semata.
tapi seperti kebanyakan orang, menjadi mahasiswa selalu bersisian dengan dilema,
tentang jurusan apa, kuliah dimana, dan bagaimana cara masuknya.

Untuk yang terakhir di atas adalah sesuatu yang sebenarnya di luar dari kuasa setiap calon itu sendiri,
bagaimana mereka bisa masuk ke dalam sebuah perguruan tinggi dan menjadi bagian dari sana adalah rahasia ilahi yang sesuangguhnya.
tak ada yang bisa menjamin apapun,
toh, tak semua orang pintar lulus dengan mulus,
tak semua orang bodoh tak lulus dengan memalukan,
maka jangan langkahi Tuhan.

Tapi dari pada itu, sebenarnya semua akan kembali pada bagaimana kau memulai pilihan mu dan niat utama mu sebagai seorang calon mahasiswa.

kita sering mendengar ucapan, usaha tak akan membohongi hasil.
tapi di luar itu, niat juga berperan penting.
percayakah dirimu jika niat yang baik akan menghasilkan hasil yang baik,
dan niat yang buruk biasanya selalu menjadi awal dari hitamnya masa depan,

Tak ada yang bisa menjamin apapun,
hanya Tuhan yang tahu apa masa depan setiap manusia.
tapi apa niatmu?
apa niatmu menjadi seorang mahasiswa,
apa tujuanmu,
bagaimana usahamu,
dan Tuhan akan mengatur sisanya.

ini tentang anak anak yang masih bingung dengan apa tujuan hidup mereka
tentang mereka yang juga selalu bimbang dengan perkataan orang orang dewasa dan orang orang sekitarnya
tentang mereka yang selalu takut dengan masa depan dan hal hal yang belum pernah di cobanya.

dan ini tentang perkuliahan hei calon mahasiswa.
perkuliahan berbeda dengan sekolah,
tak akan ada yang memaksamu belajar jika kau tak mau belajar,
tak akan ada pehitungan rangking dan sebagainya sampai kau tak benar benar perduli dengan siapa murid yang paling pintar dan siapa yang paling bodoh.

di setiap perkuliahan, semester satu akan menjadi semester perkenalan,
tak akan dibiarkan kau bodoh sendirian.
tapi kembali pada niatan,
ketika perkuliahan itu menjadi begitu mudah tapi kau tak menyukainya sejak awal,
maka jenuhlah yang akan kau dapatkan.
ketika perkuliahan itu sesulit menelan belut mentah di dalam mulutmu tapi kau memang menginginkannya sejak awal,
maka belut itu perlahan akan menjadi daging panggang yang sedikit alot tapi begitu mengenyangkan.

apa kau percaya mimpi itu bisa jadi nyata,
dan dunia orang dewasa itu begitu mengerikan.
maka saat menjadi mahasiswa kau bisa melihat segala realita dengan sungguh sungguh,
ketika kau bermalas malasan, maka tak akan ada seorang guru yang menaikkan nilaimu,
jika kau begitu rajin juga tak akan ada teman yang dapat melangkahi peringkatmu secara ajaib.

Perkuliahan adalah tentang belajar dengan waktu yang absolut dan seragam warna warni.
menikmati belajar atau mengabaikannya pun tak mengapa.
dan tentang apa yang kau inginkan setelahnya,
cita cita atau hanya sekedar mencari kerja
memenuhi kewajiban atau sekedar gelar sarjana saja
menjadi yang kau inginkan atau yang orang orang pintakan

maka jadilah apa yang mampu kau jalani dan mau kau usahakan.
karena kehidupan pada akhirnya hanya tentang itu,
tentang apa yang INGIN dan MAMPU kau jalani
tentang apa yang MAU dan HARUS kau usahakan.
tak akan ada yang menyulangimu makanan atau nilai seperti saat kau bayi atau masih pelajar,
semua mulai dewasa begitupun realita,
selamat datang di dunia yang kejam,
jangan jadi lemah karena Dunia akan menenggelamkanmu sebelum kau bisa menarik nafas.

The Ma


Aku jatuh cinta setiap hari,
Pada pria yang berbeda,
Lagi dan lagi,

Tapi saat malam tiba,
Aku menangis lagi,
Hanya untuk kematian yang sama,
Padahal hanya sekali.

Tentang cinta pertama yang bukan cinta pertama
Tentang cinta utama yang juga bukan cinta utama
Tentang dia yang di cinta tapi tak mencinta
Tentang dia yang kemudian mati dengan cinta
Tapi bukan aku cintanya-

Aku tertawa setiap hari,
Pada setiap momen yang ada,
Dengan matahari di langit,

Tapi saat malam tiba,
Aku menangis lagi,
Entah kenapa
Aku tak yakin apakah untuk kematian yang sama
Padahal sudah lama,

Tentang penyesalan yang di adakan
Tentang kesengajaan yang tak disengajakan
Tentang kesalahan yang juga tak pernah ada, kan
Tapi aku ada punya kesalahan, kan-

Aku bersama Tuhan setiap hari,
Pada setiap saat yang ku ingat,
Dengan dosa yang tetap melekat,

Tapi saat malam tiba,
Aku tersesat
Masih tersesat
Entah karena apa
Entah karena kematian yang sama
Padahal tak akan bisa apa apa

Tentang Tuhan yang selalu ada
Tentang hamba yang penuh dosa
Tentang manusia yang merindu surga
Tapi berjodoh dengan neraka-

Aku manusia setiap hari,
Biasa saja
Tapi berbeda
Ingin istimewa-

Minggu, 18 Maret 2018

Eayan (Aye)


Image result for fun art mata dua warna

Saat kau lahir, mata mu tercipta untuk melihat dunia. Mata mu, dicipta untuk melihat segalanya kecuali dirimua sediri. Perlahan lahan, setelah beberapa waktu hidup, menusia akan mampu melihat seluruh tubuhnya sendiri. Beberapa dapat melihat rambutnya, tapi dari leher sampai ubun ubun kepala, tanpa cermin, tanpa bantuan sesuatu yang lain, adakah yang dapat melihat wajahnya? Lehernya? Atau yang paling mendasar, bentuk dari mata yang melihat segalanya. Adakah yang dapat melihatnya? Tidak.

Kita di ciptakan dengan satu sudut pandang, kita bahkan tak bisa melihat objek lebih banyak dari pada seekor kadal atau unggas nocturnal yang dapat memutas bola matanya lebih banyak dari pada manusia. Tapi dari pada itu, bukankah saat ini hal itu bukan masalah. Sudah ada cermin dan segala macam benda untuk dapat melihat bagaimana rupamu yang tak pernah bisa dilihat sendiri.
Tapi apakah itu artinya masalah itu terpecahkan? Atau sebenarnya itu bukanlah masalah? Atau itu semua memang sesuatu yang tak pernah ada artinya.

Sering di katakan, seseorang akan lebih baik saat menyelesaikan masalah orang lain dari pada 
masalah dirinya sendiri.

Juga sering di rasakan, milik orang lain, kelebihan orang lain, keburukan orang lain, dan orang lain selalu lebih di sadari keberadaan kurang dan lebihnya, dari pada milik sendiri.
Bukan seekor semut yang terlihat di ujung lautan, bukan juga gajah yang tak terlihat di pelupuk mata. Ini adalah tentang, apa yang memang hanya bisa di lihat dengan mata, apa yang bisa di lihat oleh manusia pada dasarnya.

Bahwa, manusia akan lebih mampu melihat sesuatu yang bukan ada di dalam dirinya.
Apa ada yang menyadari kesamaan antara sudut pandang dan persepsi yang begitu mirip namun berbeda?!

Aku menyadarinya, ketika aku tumbuh dan hidup penuh cinta dan kasih terhadap apapun bahkan benda mati sekalipun. Aku selalu merasa, bahwa benda benda mati pada dasarnya hidup, dan akan bersedih saat kau meletakkannya setelah melihat lihatnya saja di lemari supermarket, atau malah mengambil barang yang lain yang lebih bagus setelah puas melihat lihatnya dan memegang megangnya. Adakah yang pernah berfikir seperti ini? secara tak langsung, kita selalu memberi harapan palsu pada benda pertama yang ingin kita beli, dan pada akhirnya membeli benda yang lain, yang sama, namun lebih bagus, dan belum di pegang. Jika benda itu hidup, pernahkan kau merasakan betapa sedihnya dia?

Sejak kecil aku juga tak pernah menemukan hewan yang membuat aku marah. Sejauh ini, sekalipun hiu dan harimau bahkan buaya adalah makhluk yang sejujurnya bisa di katakan yang paling jahat terhadap sesama hewan, tapi kurasa itu adalah hal yang memang telah ada jalannya. Bukankah itu takdir mereka? Jadi apa yang harus mereka makan? Daun?! Jika membahas ini lebih lanjut maka manusialah yang akan menjadi makhluk paling mengerikan karena memakan segalanya~

Antara orang tua dan anak kecil, aku memang selalu lebih menyukai orang tua. Anak anak menurutku hanya makhluk makhluk yang tak tau apa yang sedang mereka lakukan dan mereka hanya bisa bersenang senang. Itu juga bukan salah mereka, karenanya aku lebih memilih menjauhi sesuatu yang tak bisa ku salahkan takdirnya. Ada masanya mereka akan tumbuh dan jadi makhluk yang lebih berguna selain dari pada menyusahkan dan merepotkan orang orang di sekitar mereka.

Penjahat, pembunuh, pengguna obat obatan, bahkan orang orang berprilaku menyimpang. Aku bisa memberikan toleransi besar terhadap apapun yang mereka lakukan. Walau ada beberapa orang yang memang lebih baik mati dari pada hidup dan menyengsarakan, bukankah semua orang punya sisi jahat dan baik. Maka aku selalu menerima alasan prilaku seseorang sejahat apapun dia, tapi tentu dengan tidak membenarkan apa yang dia lakukan juga.

Tapi, saat ku sadari, pada akhirnya aku bisa membenci sesuatu, ketika aku benar benar tak bisa menemukan alasan yang cukup untuk membuatku mengerti, ketika aku benar benar telah memvonisnya sebagai sesuatu yang salah, maka itu ternyata adalah bagian dari milikku.
Sesuatu yang masih memiliki aliran darah yang sama denganku. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, kurasa di luar sana masih banyak makhluk yang lebih buruk darinya, dan dia bahkan termasuk yang memiliki banyak kelebihan lainnya dari pada kekurangannya, tapi, aku berhasil membencinya. Artinya, apapun alasannya, apapun kelebihannya, aku tak menerimanya.
Apakah itu artinya, aku memang tak bisa melihat milikku dengan benar, seperti aku yang hanya bisa melihat wajahku dari kaca maka aku tetap bisa melupakan wajahku tanpa bantuannya sedangkan wajah siapapun dapat dnegan mudahnya terekam di memoriku karena aku melihatnya secara langsung.

Apakah persepsi manusia juga seperti itu? Itukah alasannya maka semua orang selalu hanya bisa menghargai sesuatu jika dia telah kehilangan? Artinya dia baru menyadari dia pernah memiliki, tapi dia tak bisa merasakannya saat ada karena tak bisa melihatnya dengan benar, dan ketika hal itu hilang, barulah dia benar benar bisa mengingat dia pernah memilikinya?!

Bagaimana, jika seseorang merasa yakin bahwa dia tak akan menyesal, bahwa sesuatu itu di anggap benar benar buruk, tapi orang lain akan berfikir sebaliknya. Mereka bisa melihat dari sudut pandang berbeda, seperti saat aku melihat hal buruk pada mereka dengan sudut pandang mereka. Maka, apakah manusia benar benar tak bisa melakukannya sendiri?

“penyesalan itu selalu datang belakangan”

Apakah pribahasa itu abadi? Seperti saat kau meraba dan mengingat seluruh fitur di wajahmu, tapi jika kau bukan orang buta, atau tak benar benar melihatnya dengan cermin, kau tak akan bisa membayangkan bagaimana bentuknya bukan. Maka, kau hanya akan menyadari bahwa kau memiliki telinga yang bagus setelah kau kehilangannya walaupun kau tak bisa melihat bentuknya. Kau juga pasti akan tetap menangis ketika seluruh kulit wajahmu terbakar dan menggerutu walau sebelumnya kau tak bisa melihat tapi bisa merasakan halusnya. Kau mungkin juga akan menyadari betapa anehnya hidungmu jika dia tak berlubang lagi walau sebelumnya kau tak bisa benar benar melihat hidungmu yang utuh.

Maka, haruskan hilang dulu? Haruskan berubah dulu? Haruskan menyesal kemudian?
Ku fikir, menerima apa adanya sesuatu yang kau miliki bukanlah persoalan mudah. Karenanya, jika itu adalah solusi terakhir, maka ini perkara sulit.

Seperti halnya, sinar terang matahari tak selamanya mampu menjamin tak akan ada hujan, karena hujan di panas hari juga tetap ada~. Manusia, dengan segala kelebihannya dan kerendahan hatinya masih bisa membenci dan marah. Manusia dengan segala yang dia bisa masih bisa gagal. Bahkan jika Tuhan yang melarang, manusia masih mampu melakukan dosa.

Manusia adalah makhluk terkejam dan tanpa batas, manusia adalah badai yang mampu bawa kehancuran dan keindahan pelangi secara bersamaan. Manusia dapat menangis karena segala hal, dan dapat terdiam walau makhluk paling lucu di muka bumi ada di hadapannya. Manusia adalah makhluk yang paling sanggup melewati batasannya. Manusia adalah sesuatu yang luar biasa apalagi Tuhannya.

Dan akhirnya, aku hanya sedang menegaskan, aku sedang membenci sesuatu yang tak bisa ku lihat sisi baiknya dengan mata yang hanya bisa melihat ke luar, bukan kedalam. Aku sedang tak menghargai apa yang ada padaku, mungkin karena aku belum kehilangan. Dan aku sedang membanggakan kekuranganku yang semua orang juga seharusnya begitu.

Benarkan?

Benarkah?!

Rabu, 07 Februari 2018

Arahnya Kompas

               
Korps Organisasi Mahasiswa Pecinta Alama Universitas Sumatera Utara- KOMPAS-USU- Berdiri dari tahun 1980 tepatnya tanggal 6 oktober bersamaan keluarnya SK dan di anggap sebagai hari lahir resmi dari KOMPAS-USU  yang berawal dari ide beberapa orang mahasiswa USU berbeda fakultas, : Juharman Arifin MIPA; Josmeri Surbakti, Suprayitno Srie Kusumo dan Partohonan Silitonga dari Teknik; Syarifuddin Munir dan Wahidin yasin Ekonomi; Hardy Guchi Pertanian; dan Martin Rustami Hukum.

Orang awam, entah itu mahasiswa atau bahkan orang lain yang tak berhubungan langsung dengan USU sendiri mungkin sangat mudah untuk melihat informasi siapa KOMPAS-USU itu sebenarnya. Pecinta Alam yang seperti apakah KOMPAS-USU itu sebenarnya. Apa perbedaan mereka dengan Pecinta alam lain yang ada di luar sana.

Tapi, tentu saja informasi lewat internet atau hanya dari mulut kemulut tak lebih hanya sekedar hiasan luar dari sepaket KOMPAS-USU yang tak bisa hanya di lihat saja. Sebagai salah satu Organisasi besar dan tua, banyak cerita dan buah bibir yang menyebar kemana mana. Jujur saja, kebanyakan anak anak baru akan mengatakan kalau organisasi satu ini adalah organsasi yang jauh dari kata mudah. Bahkan sangat menyulitkan! Selain masa orientasi yang katanya imbang dengan Paskibraka –saya pernah mendengar langsung- ditambah lagi kegiatan yang luar biasa menyulitkan –katanya…

Saya, adalah salah seorang Calon Anggota KOMPAS-USU tahun 2018. Saat ini, sedang dalam masa Orientasi tahap kedua ‘sepertinya’ setelah wawancara.
Sebelumnya, saya adalah seorang mahasiswi jalan dua tahun di USU dengan latar belakang sama sekali tak mengenal alam selain hanya mencintainya dari diri sendiri saja. Jika di Tanya mencintai Alam, mungkin cara mencintai saya berbeda. Saya hanya mencintai tanpa menyatakan mungkin, karena tak pernah bisa terjun kea lam langsung, tak mengenal tumbuh tumbuhan, dan tak pernah aktif dalam kegiatan berbau alam. Bisakah saya di katakana pecinta alam? Yah, itu hanya saya dan Tuhan saja lah yang tau apakah saya mencintai Alam dan bumi saya atau tidak.
Latar belakang saya yang seorang amatiran bahkan buta tentang alam ini terkadang sering membuat saya jauh di belakang teman teman yang juga calon anggota tapi pengetahuannya sudah jauh di atas saya.
Terkadang, saat instruktur member materi dan menunjukkan gambar atau menceritakan pengalaman, saya seperti anak kecil yang sedang melihat orang dewasa yang hebat, karena, mungkin bagi orang orang yang sudah biasa itu ya biasa saja, orang orang juga bisa, banyak pendaki dan travelers yang sudah kemana mana, tapi bisa saya, itu luar biasa. Bahkan membayangkan hutan sesungguhnya saja sudah membuat saya tersenyum sendiri, membayangkan bisa berhasil sampai ke puncak itu seperti mimpi.

Kurang lebih 8 hari, di tambah beberapa kali TM dan Wawancara. Walaupun masih berada di kulit terluar, apa yang namanya KOMPAS itu mulai terlihat titik terangnya bagi saya yang hanya orang awam.

Organisasi yang katanya berat itu, YA! BENAR!

Orientasi yang katanya berat itu, YA! BENAR!

Kegiatan yang katanya berat itu, YA! BENAR!

TAPI! Dengan segala keberatan yang bertumpuk tumpuk itu, ada banyak hal yang mungkin juga tak semua orang tau. Dan hanya bisa tau jika mereka mungkin sesama pecinta Alam, yang hanya bisa di ketahui ya setidaknya harus dekat dengan salah satu anggota resminya, atau ya dengan cara terakhir, MENJADI ANGGOTANYA.

Dimulai dari pengetahuan, pengetahuan mereka tentang alam bisa di bilang bukan main main, Keselamatan dan kemampuan mereka, saya banyak melihat instruktur yang bertubuh kecil, yang sepertinya untuk menopang tas gunung kapasitas 60 Liter itu tidak mungkin! Tapi sepertinya, yang tidak mungkin itu adalah mereka tidak mungkin tidak sanggup..! Kegiatan mereka yang utama! Mulai dari mencari ilmu sampai bersosialisasi, di tambah loyalitas dan andil dalam bencana. Untuk saya ini satu yang paling utama.

Jika ada yang bilang, anggota kompas itu kejam, tepatnya Tegas! Bagaimana caranya melewati Hutan kalau harus jadi manusia yang Menye menye~

Jika ada yang bilang, Orientasinya itu kelewatan, tepatnya Ketat! Itu semua demi anggota yang harus sesuai setidaknya mencapai standar organisasi, itu namanya Organisasinya punya standar yang tinggi, kalau anggotanya punya standar, organisasinya tak perlu dipertanyakan.

Saya bukan anggota, ini hanya opini orang awam yang baru mengetuk kulit terluar sebuah organisasi pecinta alam yang selama ini tak pernah saya kenal.
Kalau tak percaya, maka kepercayaan itu adalah sesuatu yang harus di cari. Sebuah kepercayaan adalah hasil kebenaran yang terbukti. Dan inilah kebenarannya, organisasi yang untuk saya pribadi sangat sangat sulit, tapi terlihat begitu berbeda.
Seakan, sebelum saya benar benar berhasil bisa mendaki sebuah gunung, saya masih harus mendaki organisasi ini dulu. Jika saya tak berhasil mendakinya, maka saya tak akan pernah mencapai gunung yang sebenarnya.

Catatan sederhana dari seorang calon anggota yang punya dunia berbeda
Bukan Fake Good
Tapi seorang gadis yang sedang jatuh cinta dan mencoba meraih cintanya



Senin, 05 Februari 2018

Woman : White



Putih
Kupu kupu dan Awan adalah gambaran untuk mereka yang memiliki warna Putih

Sosok wanita yang tenang dan mengikuti arus seperti awan yang di bawa angin

Cantik dan manis dengan kepolosan dan ketulusannya seperti kupu kupu yang terbang tanpa mengganggu siapapun

Karakter Utama : Tenang, sulit tersulut emosi, akan lebih mudah terlihat emosinya jika dalam keadaan menyenangkan atau membahagiakan. cepat bosan dan mudah lelah, tak suka memaksakan apapun, tulus dan akan berperilaku seadanya. type jujur dan akan lebih memilih diam dari pada mencari masalah. suka melupakan hal hal yang kecil dan sulit menerima hal hal yang berat baik fisik dan mental.

Type manusia yang berjalan sesuai aturan tanpa protes, sekalipun kesulitan dia akan tetap menerima semuanya seperti hujan yang selalu di terima bumi dengan lapang dada.

termasuk type yang tekun dan membenci sesuatu yang terlalu keras, bukan berarti dia tak suka sesuatu yang terlalu kasar atau bergairah, hanya saja tak cocok dengan karakternya yang selembut kapas, dia akan lebih memilih meghindari atau hanya membiarkan sesuatu yang tak bisa di kendalikan dan lebih memilih menjadi penonton atau pendengar.

tapi dia bisa di mintai pertolongan apapun selama dia sanggup. setia pada pasangan dan kawan. mudah akrab pada orang yang mau mengakrabkan diri, agak sedikit pemalu dan gugupan. namun cukup berani untuk karakter selembut dirinya.

Bisa cocok dengan pasangan seperti apapun, tapi dia akan menghindari yang sulit di dapat dan yang terlalu menonjol. suka yang sederhana dan biasa saja tapi biasanya sudut pandanganya berbeda.

Hindari pasangan dan teman yang terlalu banyak menuntut. berada di suatu grup atau kelompok adalah pilihan terbaik dari pada hanya berdua atau bertiga. anda akan di manfaatkan. 

Lebih baik dengan pasangan yang humoris dan sedikit nakal, type pencemburu tapi tak suka bertengkar. jika sudah jatuh cinta akan setia, dan tak banyak menuntut. nakal disini agar hidup anda sedikit berwarna. toh, type seperti ini tak akan berani jatuh cinta dengan orang orang yang nakal sungguhan. jika memang terlanjur, maka jangan paksakan diri, pria yang keras akan semakin mendominasi seberapa lamapun anda bertahan.


Dan jangan simpan masalah sendiri. cobalah bercerita dengan teman teman dan cobalah menyaring kata kata mereka. tak semua peduli padamu, kebanyakan hanya suka mempermainkan orang yang terlalu lurus

Man - Wine



Wine
Mulberry
Rasin
Tiga warna yang sulit untuk di bedakan, peranakan ungu tua dan merah muda
Pria dengan warna seperti ini biasanya orang orang dewasa dan sarat akan pengalaman
Penuh gairah, opitimis dan tak pernah takut akan apapun selama dia yakin akan kebenarannya

Ciri Utama : Terlihat ceria jika berbicara, bersemangat, dan penuh gairah, jika diam akan terlihat berbeda dengan saat dia berbicara. punya kedewasaan yang terpancar dari kepintaran dan cara bicara. 
luwes dan mudah diterima bicaranya. berani, dan hidup sesuai keinginan.

sekalipun jenis ini keras kepala, type ini sangat mudah meminta maaf jika sudah salah. dia menerima kekalahan dan sangat termotifasi oleh suatu tantangan bahkan sebuah kesulitan bisa di anggap positif.

Bukan berarti dia tak bisa terpuruk, sepertinya membenci kebohongan, tak suka terikat pada sesuatu, dan sangat menghargai orang lain.

Dia orang yang tak boleh di hianati dan terkadang sulit percaya, tingkat humorisnya tinggi, dan tak suka rasa rasa yang berlebihan dan mungkin bau yang menyengat akan mengganggunya.

Manusia yang siap berkorban untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain selama itu benar. prinsip hidup yang kuat dan hampir setiap saat berfikir.

Type Pria yang baik dan humoris, cemburuan dan tidak suka di atur. suka bermanja manja dan tak suka pertengkaran yang belama lama

Warna wanita yang cocok : Lilac(ungu), Arctic(biru),Bubblegum(pink), Candy(merah)

Akan lebih baik jika memiliki pasangan yang dapat mengikuti langkahmu yang panjang, jangan yang terlalu manja karena anda tidak suka memanjakan tapi suka bermanja.
juga jangan pada yang terlalu banyak menuntut, tuntutan hidup anda sudah merepotkan.
carilah yang suple dan pengertian. sesekali perhatikan dia karena semua wanita itu sama.
jika sudah saling mencintai biasanya type warna ini adalah pria yang setia.
jika tiba tiba bosan, cobalah tetapkan hati. 
itu hanya kesal sesaat
dan jangan terlalu cemburuan. 



Baru bertemu warna ini beberapa hari yang lalu, tak tau banyak karena belum berbicara langsung. 
ini adalah warna untuk pria.
jika sudah bertemu wanitanya, akan langsung di tulis. 
kalau ada yang merasa karakternya sama, tinggalkan jejakmu^^


Orbit

 -hidup itu penuh dengan hutang budi-

2018, Mahasiswi semester 4


                Setelah setahun menikmati suasana baru dengan bertrasformasi dari seorang pelajar menjadi seorang mahasiswi, dua semester yang panjang berlalu cepat dan tahun keduapun akhirnya dimulai.

Sudah sejak awal masuk kuliah, inginnya setahun pertama hanya untuk menikmati kegiatan belajar dan pekerjaan yang sudah di emban dari dulu. Dan inginnya di tahun kedua mulai mencari kegiatan apa yang bisa di kerjakan tanpa mengganggu belajar dan pekerjaan.

Tapi, masa depan bukan punya sendiri, pekerjaan tiba tiba berhenti, harus mencari pengganti tanpa basa basi. Segala kegiatan di ikuti. Mulai dari yang dari dulu tak penah bisa terbayangkan , sampai perintah sang malaikat maut yang sejak dulu minta belajar bela diri. Dua kegiatan yang rasanya berasal dari dunia berbeda itu ternyata belum cukup, bahkan pekerjaan yang seharusnya sudah ditinggalkan sejak akhir tahun, masih menggantung dan tak tertinggalkan.

Sampai, tak sengaja melihat ada pencarian anggota dari organisasi yang hampir terlupakan. Satu lagi kegiatan yang berasal dari dunia berbeda, mereka adalah orang orang yang arahnya juga sangat berbeda, Kompas. Seperti bertemu cinta pertama yang tak pernah berjumpa sekian tahun, gejolak untuk mengikutinya benar benar besar. Padahal mengingat dua kegiatan lainnya sudah tidak memungkinkan.

Ditambah lagi, tak ada satupun orang yang mendukung. Sepertinya semua orang merasa kompas begitu mengerikan. Membandingkan mereka dengan organisasi organisasi buruk lainnya. Tapi, ya namanya jatuh cinta tu payah…. Apalagi kalau sudah pernah jatuh, dan kali ini jatuh lagi.

Sudah kebiasaan, dari dulu tak pernah mau cari tau latar belakang sesuatu kalau belum benar benar masuk, bahkan setelah mendaftar, dimasukkan ke grupnya pun tak pernah di buka kalau bukan yang penting.

Apa ada orang lain yang seperti ini? tak mau mencari tau, dan modal nekad mengikuti semuanya. Yah, bukan hal yang bisa di contoh. dan akhirnya benar benar bisa lolos, itu bisa di anggap takdir kan^^

Sudah melalui banyak hal, dan belum sampai seperempat ujian masuk ke dalamnya, berbeda dengan dua kegiatan lainnya, masuk ke sini jauh lebih susah, tapi semakin di masuki jauh lebih menarik.

Semua yang di harapkan benar benar ada di sana, seperti orang yang jatuh cinta di pandangan pertama, setelah di dekati semakin cinta. Semoga saja akhirnya tak benar benar seperti cinta pertama yang mati muda. Kalau benar benar sudah jatuh cinta, semoag bisa benar benar bersama dalam apapun keadaan ceritanya.

Mimpi sederhana dari seorang putri orang tua yang seakan berdarah campur belanda, tak pernah di perbolehkan pergi kamana mana tanpa kesatria, mungkin sekarang akan lebih dekat dengan kenyataan. Kalau sang raja tak hanya mengada ngada, harusnya putri di perbolehkan pergi tanpa kesatria selama ini adalah perjalanan resmi. Hanya itu satu yang paling utama, jika sudah bisa tercapai, maka sisanya adalah balas budi.

Seperti mata yang akan dibalas mata, jika mimpi itu tercapai, mungkin mimpi yang ada di sana juga harus bisa dinyatakan.
Mimpi yang masih jauh jalannya, semoga tak ada yang mati deluan.   
           



-Adayangpernahbilangsetiaptulisanadapembacanyamasingmasing-tapikaliinisepertinyatulisaninihanyauntukdibacasendiri-karenajikatidakdimengertimakainibukanuntukdimengerti-hanyasebagaipengingatdiriapatujuanberdiridisinihariini-