Minggu, 25 Juni 2017

Psikologi Sekolah

Psikologi adalah ilmu yang sangat luas dan hapir tak terbatas. Bahkan di setiap bidangnya akan terdapat bidang lainnya yang lebih spesifik dna terkhusus pada suatu bisang saja. seperti keberadaan Psikologi Pendidikan dan Psikologi sekolah. kesatuan bidang yang tak terpisahkan namun tak sama dan tak bisa pula di samakan.

Psikologi sekolah adalah bidang yang menerapkan prinsip prinsip psikologi klinis dan psikologi pendidikan dengan diagnosa dan pengobatan anak anak dan remaja perilaku dan masalah belajar. Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademi, sosialisasi dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak.

Psikologi sekolah dapat melakukan penilaian psikolgis dan memberikan bimbingan dan konseling baik untuk anak dan keluarga anak. Psikolog sekoalh yang dididik di psikologi, dan perkembangan anak remaja, anak dan psikopatologi remaja, pendidikan, keluarga dan pengasuhan praktek, belajar teori dan teori kepribadian, mereka memeliki pengetahuan tentang instruksi yang efektif dan sekolah yang efektif.

Perbedaan psikologi Pendidikan dan Psikologi sekolah adalah ;

Psikologi Pendidikan melakukan penelitian tentang dinamika kelas, gaya mengajar dan belajar variabel. Psikologi pendidikan tidak boleh disamakan dengan konselor sekolah atau psikolog sekolah. psikolog pendidikan umumnya bekerja di sekolah sekolah, universitas, bisnis, industri, pusat belajar,  dan pengaturan pembangunan manusia. Psikologi pendidikan membantu dengan mendiagnosisi dan memberikan alat untuk mengobati, membantu atau berurusan dengan perilaku dan tantangan.

Psikologi sekolah adalah profesional terpercaya yang utama tujuannya adalah penerapan prinsip prinsip ilmial belajar dan perilaku untuk memperbaiki sekolah.

Pendagogi dan Andragogi

               Dalam proses belajar mengajar, terdapat dua jenis pengajaran yang berbeda. yang pertama adalah Pendagogi. Sering di sebut sebagai teori belajar untuk anak anak. Sedangkan Andragogi adalah teori belajar untuk orang dewasa.

               Namun pada dasarnya, dalam penerapannya, kedua teori ini dapat di laksanakan kepada anak anak maupun orang dewasa.
Pendagogi, adalah proses pembelajaran satu arah yang berfokus pada sang tutor, guru atau pengarah yang akan memimpin kelas dan menguasai kelas secara penuh. Tentu saja, pada pendidikan awal, PAUD, TK, sampai SD hingga sekarang ini masih menganut teori belajar Pendagogi mengingat murid muridnya atau anggota kelas yang memang masing membutuhkan arahan penuh dalam proses belajar mengajar. Namun bukan berarti dalam pendidikan yang lebih tinggi pendagogi tidak di terapkan apalagi jika di anggap tidak dapat di terapkan. Pendagogi tentu tetap dapat di terapkan, namun mungkin dengan konteks yang lebih berkembang.

                Andragogi sendiri adalah pembelajaran yang berfokus pada murid atau peserta didik dan anggota kelas, tentu masih dengan keberadaan tutor, guru atau pengarah. Namun, proses pembelajaran jauh lebih mandiri dan memiliki hubungan timbal balik yang jauh lebih kental. Dari pada gurunya, murid jauh lebih menguasai kelas walaupun. Dengan catatan, tetap memiliki pengarah atau tetap di awasi oleh pembimbingnya. Teori ini pada Era ini telah di terapkan sejak sekolah dasar ke atas. Walaupun belum sepenuhnya, namun tiga tahun terakhir pada sekolah dasar, teori andragogi telah mulai di terapkan dalam proses belajar mengajar. Yang artinya, teori ini tidak hanya berlaku pada orang dewasa karena untuk sekarang, anak anak yang masih di sekolah dasar sekalipun sudah lebih mandiri dan lebih pintar dan mengatur dirinya tanpa harus berfokus pada guru atau pengarahnya saja.

                Sekalipun Andragogi pada penerapannya jauh lebih baik dalam berbagai aspek untuk mengembangkan para peserta didik lebih jauh, teori pendagogi juga tidak dapat di abaikan atau di hilangkan begitu saja. akan ada beberapa waktu dan tempat dimana teori pendagogi akan tetap dibutuhkan. 

Mengelola Kelas

Mengelola Kelas

     Jika membahas tentang belajar, maka pembahasan itu tidak akan jauh dari pada Sekolah dan Kelas. baik itu Universitas atau jenis tempat belajar mengajar manapun, semua akan kembali pada keberadaan kelas yang menjadi wadah utama dalam proses belajar mengajar. Maka di Psikologi Pendidikan, Pengelolaan Kelas menjadi salah satu subjek yang paling di perhatikan. Mengingat keadaan kelas dan peran kelas tak kalah penting dari aspek lainnya dalam PENDIDIKAN.
Manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan dan kesempatan pembelajaran murid ke arah yang lebih baik. selama berabad abad, perkembangan pemikiran tentang pengelolaan kelas telah bergerak ke arah yang lebih baik. dimana pandangan lama menekankan pada penciptaan dan pengaplikasian aturan untuk mengontrol tindak tanduk murid. Pandangan yang baru memfokuskan pada kebutuhan murid untuk mengembangkan hubungan dan kesempatan untuk menata diri.

Kelas Padat, Kompleks, dan Berpotensi Kacau


Kelas adalah multidimensional, bahwasanya kelas adalah setting untuk banyak aktivitas.  Aktivitas terjadi secara simultan, yang artinya banyak aktivitas kelas terjadi secara simultan. Hal hal terjadi secara cepat,  mengingat kompleksnya kelas, dapat terjadi berbagai macam hal dalam waktu singkat begitu juga dengan kejadian yang sering kali tidak bisa di prediksi dan hanya ada sedikit privasi di dalam kelas. sehingga, banyak kelas yang memiliki sejarahnya tersendiri dalam artian memiliki kenangan tentang apa yang pernah terjadi di dalam kelas tersebut.
Berikut adalah beberapa hal yang penting dalam sebuah kelas.

  1.  Memulai dengan Benar                                                                                                           yang di maksudkan disini adalah pengelolaan hari hari pertama dan  minggu minggu awal masa sekolah secara cermat dan hati hati.
  2.  Penekanan pada Instruksi dan Suasana Kelas yang Positif                                                              Cara mengembangkan dan      memelihara lingkungan kelas yang positid adalah apa yang akan  mendukung proses  pembelajaran.
  3.   Mendesain Lingkungan Fisik Kelas                                                                                        Lingkungan fisik kelas tak boleh di abaikan, terdapat prinsip prinsip kelas yang harus di tekankan.

·         Kurangi kepadatan di tempat lalu lalang
·         Pastikan guru maupun murid dapat salig melihat dengan mudah
·         Materi pengajaran dan perlengkapan murid harus mudah di akses
·         Pastikan murid dapat dengan mudah melihat presentasi kelas

             4.   Gaya penataan Kelas
             Dalam memperhatikan lingkungan fisik kelas, penataan kelas seperti tata kursi dan meja di                   kelas juga harus di perhatikan
             5.   Membuat, mengajarkan dan mempertahankan aturan dan prosedur
            Agar dapat berjalan dengan lancar, Kelas perlu aturan dan prosedur yang jelas. Dan semua                   bagian kelas harus menjalankan aturan tersebut sesuai dengan perannya masing masing tanpa             terkecuali.
             6.       Mengajak murid untuk bekerja sama
             Menjalin hubungan positif, membagi tanggung jawab bersama dan memberi hadiah serta                    hukuman pada perilaku yang tepat agar murid ataupun anggota kelas dapat mengikuti kelas                  dengan baik tanpa harus selalu di penuhi dengan larangan dan ketegangan serta hukuman.
            7.       Menjadi Komunikator ; Bagi para pemimpin kelas khususnya guru dan para pembina di 
                   harapkan memiliki kemampuan kemampuan keterampilan komunikasi yang baik dalam     
                   mengelola dan memecahkan konflik secara konstruktif.         
            8.       Menghadapi Perilaku bermasalah
             Sekalipun memang tak bisa di pungkiri perilaku bermasalah akan tetap muncul sekalipun                    semua sudah di persiapkan dengan matang, kita semua harus tetap menghadapi masalah                      tersebut denga efekti dan tepat waktu.
            9.       Menghadapi Agresi
            Kekerasan yang selama ini menjadi perhatian keras. Baik antara sesama murid atau murid dan             guru. seperti masalah, kekerasan juga dapat muncul kapan saja dan tetap harus di hadapi.                     Tentu tidak dengan kekerasan juga, melainkan dengan solusi dan jalan keluar yang tenang dan              pemecahan konflik yang tidak merugikan siapapun.

                Semua poin adalah yang terpenting dalam pengelolaan kelas. dimana semuanya akan kembali pada seluruh anggota kelas baik pengarah atau pemimpin sampai anggota kelas yang di sini dimaksudkan kepada murid. Kebijaksaan dan hubungan positif dari seluruh anggota kelas menjadi peran utama dalam menjaga kelas tetap dalam keadaan yang di inginkan. Mengambil pelajaran dari pengalaman sebelum sebelumnya tentang bagaimana kacaunya sebuah kelas akan memberikan gambaran baru dalam menciptakan kelas yang lebih baik.